You need to enable javaScript to run this app.

Resensi Buku: Strawberry Generation

  • Sabtu, 07 Desember 2024
  • Ahmad Basori
  • 0 komentar
Resensi Buku: Strawberry Generation

Apa itu Generasi Strawberry

Istilah Strawberry Generation pertama kali diperkenalkan di Taiwan dan mengacu pada generasi muda yang mudah rapuh, seperti buah stroberi yang indah namun cepat rusak jika terkena tekanan. Generasi ini tumbuh di era serba canggih dan penuh kemudahan, menjadikan mereka kreatif dan unik, tetapi dianggap kurang tangguh dalam menghadapi tantangan dibandingkan generasi sebelumnya.

Filosofi stroberi ini mencerminkan karakter generasi muda yang hidupnya nyaman, tetapi kurang ditempa oleh kesulitan. Hal ini menyebabkan mereka sering menyerah saat menghadapi tekanan sosial maupun tantangan hidup.

Identitas Buku

  • Judul: Strawberry Generation
  • Penulis: Prof. Rhenald Kasali, Ph.D
  • Penerbit: Mizan
  • Tahun Terbit: 2017
  • Tebal: 296 halaman

Sinopsis

Buku ini membahas fenomena generasi muda yang hidup di era digital, penuh ide kreatif tetapi rentan terhadap tekanan. Prof. Rhenald Kasali mengupas bagaimana generasi ini dapat menjadi lebih tangguh melalui peran orang tua, pendidik, dan lingkungan sosial. Buku ini juga menawarkan langkah-langkah untuk mengembangkan karakter generasi muda, seperti membentuk growth mindset dan mengasah keterampilan hidup yang relevan di era modern.

 

Isi Buku dan Poin Penting

  1. Mindset
    Buku ini menyoroti pentingnya mengubah fixed mindset (pikiran statis) menjadi growth mindset (pikiran berkembang). Generasi yang tangguh perlu belajar menerima kritik, menghadapi kesulitan, dan memanfaatkan pengalaman untuk tumbuh.
  2. Peran Orang Tua
    Orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter anak. Memberikan kesempatan untuk belajar dari kesalahan, melatih pengambilan keputusan, dan menemukan bakat sendiri sangat penting untuk menciptakan generasi yang mandiri dan tangguh.
  3. Dampak Dunia Digital
    Generasi muda kerap terjebak dalam “godaan viral” di media sosial yang berpotensi melanggar norma. Orang tua dan pendidik diharapkan dapat mengarahkan mereka untuk memanfaatkan teknologi dengan bijak.
  4. Entrepreneurship
    Buku ini mendorong generasi muda untuk keluar dari zona nyaman, belajar dari kegagalan, dan mengembangkan semangat kewirausahaan sebagai bekal menghadapi dunia yang dinamis.
  5. Pendidik yang Kreatif
    Guru dan pendidik diharapkan menjadi fasilitator yang mendorong anak-anak untuk berpikir orisinal, berani mengambil inisiatif, dan memiliki karakter kuat. Pendidikan tidak hanya soal nilai akademik tetapi juga pembentukan karakter.

Kesan dan Penilaian
Buku ini ditulis dengan bahasa yang mengalir dan mudah dipahami. Tema pendidikan yang berat disajikan secara relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga memberikan wawasan baru bagi pembaca, khususnya orang tua dan pendidik. Penulis menggabungkan fakta, cerita, dan tips praktis untuk menghadapi tantangan mendidik generasi muda.

Kesimpulan
Buku ini cocok untuk:

  • Anak muda yang ingin memperbaiki diri.
  • Orang tua dan calon orang tua yang ingin mendidik anak menjadi pribadi tangguh.
  • Pendidik dan pemerhati sosial yang peduli pada masa depan generasi muda.

Buku ini mengingatkan pentingnya mendukung anak untuk berkembang sesuai potensinya, memberi ruang belajar dari kegagalan, dan menjadikan mereka pelaku perubahan. Membaca buku ini memberikan panduan nyata untuk membentuk generasi muda yang kreatif, tangguh, dan berkarakter kuat.

 

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Maryono, M.Pd

- Kepala Sekolah -

Assalamu’alaikum Wr.Wb Ahlan wa sahlan. Selamat datang di Portal Pendidikan SMPIT Asy-Syukriyyah. Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin. Segala Puji dan Syukur hanya kepada…

Berlangganan
Banner