You need to enable javaScript to run this app.

Hindari Perayaan Valentine : Siswa SMPIT Asy-Syukriyyah Harus Mengerti Alasannya!

  • Jum'at, 14 Februari 2025
  • Ahmad Basori
  • 0 komentar
Hindari Perayaan Valentine : Siswa SMPIT Asy-Syukriyyah Harus Mengerti  Alasannya!

Setiap tanggal 14 Februari, dunia ramai dengan perayaan Hari Valentine, sebuah hari yang dianggap sebagai simbol kasih sayang. Pasangan kekasih saling bertukar hadiah, cokelat, bunga, dan boneka sebagai bentuk cinta mereka. Namun, bagi umat Islam, perayaan ini bukan hanya sekadar ajang berbagi kasih sayang, tetapi juga membawa pertanyaan serius tentang hukum dan ajaran agama.

Sejarah Hari Valentine dan Asal-usulnya

Banyak yang tidak menyadari bahwa Valentine berasal dari tradisi Kristen. Nama "Valentine" diambil dari seorang martir Kristen bernama St. Valentine yang dihukum mati pada 14 Februari 270 M karena melanggar larangan Kaisar Romawi terhadap pernikahan. Pada abad ke-5, Paus Gelasius I menetapkan 14 Februari sebagai Hari St. Valentine, menggantikan festival pagan Romawi, Lupercalia, yang penuh dengan praktik yang bertentangan dengan ajaran Islam. Sejak saat itu, perayaan ini terus berkembang hingga menjadi budaya yang populer di banyak negara.

Pandangan Islam terhadap Hari Valentine

Islam memiliki aturan jelas mengenai perayaan yang tidak berasal dari ajarannya. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam Fatwa Nomor 3 Tahun 2017 secara tegas menyatakan bahwa merayakan Valentine adalah haram bagi umat Islam. Beberapa alasan yang mendasari keputusan ini antara lain:

  1. Bukan Bagian dari Tradisi Islam
    Islam telah memiliki ajaran dan nilai-nilai kasih sayang yang lebih universal dan tidak terbatas pada satu hari tertentu. Mengadopsi perayaan ini berarti mengikuti kebiasaan agama lain, yang dalam Islam dikenal sebagai tasyabbuh (menyerupai kaum lain), sesuatu yang dilarang oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya: "Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka." (HR. Abu Dawud)
  2. Mendorong Pergaulan Bebas dan Maksiat
    Perayaan Valentine sering kali dikaitkan dengan pergaulan bebas, pacaran, bahkan seks di luar nikah. Islam melarang segala bentuk zina, bahkan mendekatinya saja sudah dilarang, sebagaimana firman Allah SWT: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra' [17]: 32)
  3. Membawa Kemudharatan dan Keborosan
    Selain aspek moral, Valentine juga sering mendorong perilaku konsumtif dan boros. Banyak orang menghabiskan uang hanya untuk membeli hadiah atau melakukan perayaan yang tidak bermanfaat. Dalam Islam, sikap boros atau tabzir sangat tidak dianjurkan: "Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan." (QS. Al-Isra' [17]: 26-27)

Islam Mengajarkan Kasih Sayang Setiap Hari

Sebagian orang beranggapan bahwa melarang Valentine berarti Islam melarang kasih sayang. Ini adalah kesalahpahaman. Islam justru menekankan kasih sayang setiap hari dalam bentuk yang lebih luas dan bermakna. Dalam Islam, kasih sayang diwujudkan dengan:

  • Menyayangi orang tua dan keluarga sepanjang waktu, bukan hanya satu hari dalam setahun.
  • Memberikan sedekah dan membantu sesama, yang jauh lebih bermanfaat daripada sekadar memberi cokelat atau bunga.
  • Menjalin hubungan pernikahan yang halal dan diridhoi Allah SWT.

Kesimpulan: Haruskah Umat Islam Merayakan Valentine?

Sebagai umat Islam, kita harus bijak dalam menyikapi budaya luar yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam. Perayaan Valentine bukan hanya sekadar "hari kasih sayang," tetapi memiliki akar sejarah dan implikasi yang bertentangan dengan ajaran Islam. Kasih sayang dalam Islam tidak membutuhkan momen tertentu, melainkan harus diwujudkan setiap hari dalam kehidupan.

Jadi, daripada ikut-ikutan merayakan Valentine, mengapa tidak kita perkuat hubungan dengan keluarga, sahabat, dan sesama dalam cara yang lebih Islami? Dengan begitu, kita tidak hanya menunjukkan kasih sayang, tetapi juga mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

 *Diambil dari berbagai sumber

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Maryono, M.Pd

- Kepala Sekolah -

Assalamu’alaikum Wr.Wb Ahlan wa sahlan. Selamat datang di Portal Pendidikan SMPIT Asy-Syukriyyah. Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin. Segala Puji dan Syukur hanya kepada…

Berlangganan
Banner