STUDY VISIT TO BADUI

 badui

BUKA MATA, BUKA HATI TUK CINTAI ALAM DAN BUDAYA NEGERI

            Kegiatan kunjungan belajar tahun ini dilaksanakan di Desa Kanekes, Badui Lebak-Banten. Kegiatan berlangsung selama dua hari Kamis s.d Jumat, 26-27 Januari 2017. Tema kegiatan tahun ini yaitu “Peneliti Muda Islami, Pelestari Budaya dan Alam Indonesia.” Pelestarian alam dan budaya menjadi hal penting untuk diajarkan kepada generasi muda.

Indonesia merupakan negara yang kaya budaya dan sumber daya alam. Negara yang memiliki berbagai suku budaya dan bahasa daerah. Keanekaragaman suku di Indonesia membuat variatifnya budaya yang ada. Sebagai warga negara yang baik tentunya setiap individu harus mampu menjaga kekayaan budaya serta alam Indonesia yang indah.

Permasalahan yang terjadi di Indonesia mencakup banyak hal. Salah satunya perihal pelestarian budaya berupa persoalan ikon batik milik Indonesia yang pernah diklaim sebagai milik negara lain. Hal ini menjadi contoh masalah yang mampu memacu rasa cinta warga Indonesia terhadap budaya bangsa dengan harapan akan tercipta rasa bangga mengenakan produk dalam negeri. Selain itu, penggundulan dan pembakaran hutan sebagai suatu masalah besar sebagai bentuk kurangnya rasa peduli terhadap alam hingga bencana terjadi di mana-mana.

Ranah pendidikan sebagai wadah yang tepat untuk membentuk karakter peserta didik yang mampu mencintai budaya negaranya dan menjaga alam sekitar sebab generasi muda saat ini merupakan gambaran Indonesia ke depannya. Kegiatan belajar mengajar tidak hanya dapat dilakukan di dalam kelas, melainkan kegiatan tersebut dapat dilakukan di luar. Generasi muda perlu dikenalkan berbagai kekayaan yang dimiliki Indonesia secara langsung. Mereka akan mengenal lebih dekat salah satu budaya dan alam yang ada di negaranya.

Badui, salah satu suku masyarakat Indonesia yang senantiasa menjaga kelestarian budaya dan alam. Kampung suku Badui yang terletak di Jl. Raya Leuwidamar Desa Kanekes Lebak, Banten. Suku Badui terkenal dengan kearifan lokal yang tidak lekang oleh zaman. Mereka sangat patuh dengan aturan adat serta bersahabat dengan alam, seperti menjaga lingkungan alam. Selain itu unsur tradisional yang sangat melekat padanya. Karena itulah, kami perlu berlajar untuk dapat melestarikan budaya dan alam yang ada.

Pejalanan yang sangat berkesan. Kami menempuh perjalanan menggunakan bus selama empat jam. Setelah itu kami mulai melaksanakan penelitian sambil berjalan kaki menuju lokasi penginapan selama hampir satu jam. Kerja keras, mandiri, dan peduli, ketiga sikap itu yang tumbuh pada diri setiap peserta. Kegiatan ini bertujuan melatih siswa agar mampu berkomunikasi, bersosialisasi, berkarakter tangguh, dan cinta alam serta budaya. Malam harinya, kami melakukan temu suku ada Badui dalam. Di moment itulah kami bertanya jawab seputar Badui. Pengalaman ini tentu tidak akan pernah terlupakan, baik bagi perserta maupun panitia. Semoga kegiatan ini dapat terus dipertahankan dan lebih baik lagi.

 

Siti Nur Latipah, S.Pd.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *